Pantauan Langkat .Online, mulai dari Simpang Tiga Scanggang Pasar Baru melewati , jalan sudah mulai rusak dan berlubang Dan Tampak Batu Besar Besar.
Penderitaan warga tak cukup sampai disitu, masih di Jalan Pasar Baru jalan rusak bercampur tanah merah dan bekas air hujan pun membuat jalan licin untuk dilalui.
Banyak pengendara motor terpeleset
saat melintasi jalan tersebut. Kondisi tersebut sudah terjadi lebih dari lima belas tahun. Padahal jalur tersebut merupakan jalur tujuandiperbatasan antara Dusun Sungai Ular Jaring Halus, Purwosari di Kecamatan Scanggang Kabupaten Langkat Sumut.
Salah satu warga setempat bernama Syamsul meminta kepada pemerintah setempat bisa segera memperbaiki akses jalan."Saya minta Bupati, Camat untuk membetulkan jalan ini.Padahal sekarang lagi udah ada dana Desa,Mana dana desa 2018 Knapa nggang digunakan untuk memperbaiki jalan ini..? Sudah lubangnya gede, rusak kayak arena offroad..? penuh lumpur kalau hujan begini. Dari segi keamanan juga bisa dibilang berbahaya ya," keluhnya. Di tambakan nya lagi Agar Pihak terkait, dan saber pungli khususnya untuk memantau penggunaan dana desa yang rentan penyelewengan /penggunaanya
Ruas jalan alternatif
yang menghubungkan Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas dengan Kecamatan
Karangpucung Kabupaten Cilacap rusak parah. Jalan kabupaten yang
terletak di grumbul Ciwaru Desa Cilangkap Kecamatan Gumelar ini terakhir
kali diperbaiki pada tahun 2008.
Kepala Dusun (Kadus) tiga Desa Cilangkap, Tarsiman mengatakan, pihaknya
kerap mengirimkan surat kepada Dinas terkait agar jalan segera
ditangani. Setelah kurang lebih enam surat terkirim, tahun 2018 ini
mulai dilakukan perbaikan. Akan tetapi, jalan yang diperbaiki hanya 400
meter saja, dari keseluruhan 3.000 meter atau 3 km. “Artinya tidak
sampai 50 persen perbaikan yang dilakukan,” katanya.
Bahkan menurutnya, masih panjang jalan di lokasi tersebut yang
kondisinya rusak parah, tetapi dibiarkan oleh pemerintah.
Padahal, kata dia, banyak kendaraan melalui jalan tersebut. Baik dari
Kecamatan Karang Pucung menuju Gumelar ataupun sebaliknya.
Rusaknya jalan kerap menyebabkan kecelakaan. Bahkan, di malam hari bukan
hanya jalan yang rusak saja, tetapi juga kurangnya penerangan
mengakibatkan semakin banyak pengendara khususnya pengendara roda dua
yang menjadi korban di ruas jalan ini.
“Meski tidak ada yang sampai meninggal, jangan sampai (ada yang
meninggal) yah, tetapi miris saja melihat masyarakat di zaman modern
masih bersusah payah dalam bertransportasi,” katanya.
Dia menjelaskan, karena status jalan adalah jalan Kabupaten, maka pihak
desa tidak bisa menangani kerusakan tersebut. Akibat lambatnya
penanganan kerusakan, warga sekitar hampir setiap tahunnya mengumpulkan
iuran untuk memperbaiki semampunya.
“Kita mengumpulkan iuran dari warga, atau dengan pendanaan darurat,
kemudian membeli semen dan pasir untuk perbaikan jalan,” tandasnya.
Untuk tenaga perbaikannya, warga saling bergotong royong memperbaiki
jalan pada malam hari, ketika jalan sudah lengang.
Tarsiman berharap, pihak terkait segera memperbaiki jalan tersebut
secara keseluruhan. “Dan saya berharap ada penerangan jalan yang
memadai,” tutupnya.
Sumber: https://radarbanyumas.co.id/10-tahun-jalan-kabupaten-di-gumelar-dibiarkan-rusak/
Copyright © Radarbanyumas.co.id
Ruas jalan alternatif
yang menghubungkan Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas dengan Kecamatan
Karangpucung Kabupaten Cilacap rusak parah. Jalan kabupaten yang
terletak di grumbul Ciwaru Desa Cilangkap Kecamatan Gumelar ini terakhir
kali diperbaiki pada tahun 2008.
Kepala Dusun (Kadus) tiga Desa Cilangkap, Tarsiman mengatakan, pihaknya
kerap mengirimkan surat kepada Dinas terkait agar jalan segera
ditangani. Setelah kurang lebih enam surat terkirim, tahun 2018 ini
mulai dilakukan perbaikan. Akan tetapi, jalan yang diperbaiki hanya 400
meter saja, dari keseluruhan 3.000 meter atau 3 km. “Artinya tidak
sampai 50 persen perbaikan yang dilakukan,” katanya.
Bahkan menurutnya, masih panjang jalan di lokasi tersebut yang
kondisinya rusak parah, tetapi dibiarkan oleh pemerintah.
Padahal, kata dia, banyak kendaraan melalui jalan tersebut. Baik dari
Kecamatan Karang Pucung menuju Gumelar ataupun sebaliknya.
Rusaknya jalan kerap menyebabkan kecelakaan. Bahkan, di malam hari bukan
hanya jalan yang rusak saja, tetapi juga kurangnya penerangan
mengakibatkan semakin banyak pengendara khususnya pengendara roda dua
yang menjadi korban di ruas jalan ini.
“Meski tidak ada yang sampai meninggal, jangan sampai (ada yang
meninggal) yah, tetapi miris saja melihat masyarakat di zaman modern
masih bersusah payah dalam bertransportasi,” katanya.
Dia menjelaskan, karena status jalan adalah jalan Kabupaten, maka pihak
desa tidak bisa menangani kerusakan tersebut. Akibat lambatnya
penanganan kerusakan, warga sekitar hampir setiap tahunnya mengumpulkan
iuran untuk memperbaiki semampunya.
“Kita mengumpulkan iuran dari warga, atau dengan pendanaan darurat,
kemudian membeli semen dan pasir untuk perbaikan jalan,” tandasnya.
Untuk tenaga perbaikannya, warga saling bergotong royong memperbaiki
jalan pada malam hari, ketika jalan sudah lengang.
Tarsiman berharap, pihak terkait segera memperbaiki jalan tersebut
secara keseluruhan. “Dan saya berharap ada penerangan jalan yang
memadai,” tutupnya.Sumber: https://radarbanyumas.co.id/10-tahun-jalan-kabupaten-di-gumelar-dibiarkan-rusak/
Copyright © Radarbanyumas.co.id
Sumber: https://radarbanyumas.co.id/10-tahun-jalan-kabupaten-di-gumelar-dibiarkan-rusak/
Copyright © Radarbanyumas.co.id
Ruas jalan alternatif
yang menghubungkan Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas dengan Kecamatan
Karangpucung Kabupaten Cilacap rusak parah. Jalan kabupaten yang
terletak di grumbul Ciwaru Desa Cilangkap Kecamatan Gumelar ini terakhir
kali diperbaiki pada tahun 2008.
Kepala Dusun (Kadus) tiga Desa Cilangkap, Tarsiman mengatakan, pihaknya
kerap mengirimkan surat kepada Dinas terkait agar jalan segera
ditangani. Setelah kurang lebih enam surat terkirim, tahun 2018 ini
mulai dilakukan perbaikan. Akan tetapi, jalan yang diperbaiki hanya 400
meter saja, dari keseluruhan 3.000 meter atau 3 km. “Artinya tidak
sampai 50 persen perbaikan yang dilakukan,” katanya.
Bahkan menurutnya, masih panjang jalan di lokasi tersebut yang
kondisinya rusak parah, tetapi dibiarkan oleh pemerintah.
Padahal, kata dia, banyak kendaraan melalui jalan tersebut. Baik dari
Kecamatan Karang Pucung menuju Gumelar ataupun sebaliknya.
Rusaknya jalan kerap menyebabkan kecelakaan. Bahkan, di malam hari bukan
hanya jalan yang rusak saja, tetapi juga kurangnya penerangan
mengakibatkan semakin banyak pengendara khususnya pengendara roda dua
yang menjadi korban di ruas jalan ini.
“Meski tidak ada yang sampai meninggal, jangan sampai (ada yang
meninggal) yah, tetapi miris saja melihat masyarakat di zaman modern
masih bersusah payah dalam bertransportasi,” katanya.
Dia menjelaskan, karena status jalan adalah jalan Kabupaten, maka pihak
desa tidak bisa menangani kerusakan tersebut. Akibat lambatnya
penanganan kerusakan, warga sekitar hampir setiap tahunnya mengumpulkan
iuran untuk memperbaiki semampunya.
“Kita mengumpulkan iuran dari warga, atau dengan pendanaan darurat,
kemudian membeli semen dan pasir untuk perbaikan jalan,” tandasnya.
Untuk tenaga perbaikannya, warga saling bergotong royong memperbaiki
jalan pada malam hari, ketika jalan sudah lengang.
Tarsiman berharap, pihak terkait segera memperbaiki jalan tersebut
secara keseluruhan. “Dan saya berharap ada penerangan jalan yang
memadai,” tutupnya.
Sumber: https://radarbanyumas.co.id/10-tahun-jalan-kabupaten-di-gumelar-dibiarkan-rusak/
Copyright © Radarbanyumas.co.id
Sumber: https://radarbanyumas.co.id/10-tahun-jalan-kabupaten-di-gumelar-dibiarkan-rusak/
Copyright © Radarbanyumas.co.id
Ruas jalan alternatif
yang menghubungkan Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas dengan Kecamatan
Karangpucung Kabupaten Cilacap rusak parah. Jalan kabupaten yang
terletak di grumbul Ciwaru Desa Cilangkap Kecamatan Gumelar ini terakhir
kali diperbaiki pada tahun 2008.
Kepala Dusun (Kadus) tiga Desa Cilangkap, Tarsiman mengatakan, pihaknya
kerap mengirimkan surat kepada Dinas terkait agar jalan segera
ditangani. Setelah kurang lebih enam surat terkirim, tahun 2018 ini
mulai dilakukan perbaikan. Akan tetapi, jalan yang diperbaiki hanya 400
meter saja, dari keseluruhan 3.000 meter atau 3 km. “Artinya tidak
sampai 50 persen perbaikan yang dilakukan,” katanya.
Bahkan menurutnya, masih panjang jalan di lokasi tersebut yang
kondisinya rusak parah, tetapi dibiarkan oleh pemerintah.
Padahal, kata dia, banyak kendaraan melalui jalan tersebut. Baik dari
Kecamatan Karang Pucung menuju Gumelar ataupun sebaliknya.
Rusaknya jalan kerap menyebabkan kecelakaan. Bahkan, di malam hari bukan
hanya jalan yang rusak saja, tetapi juga kurangnya penerangan
mengakibatkan semakin banyak pengendara khususnya pengendara roda dua
yang menjadi korban di ruas jalan ini.
“Meski tidak ada yang sampai meninggal, jangan sampai (ada yang
meninggal) yah, tetapi miris saja melihat masyarakat di zaman modern
masih bersusah payah dalam bertransportasi,” katanya.
Dia menjelaskan, karena status jalan adalah jalan Kabupaten, maka pihak
desa tidak bisa menangani kerusakan tersebut. Akibat lambatnya
penanganan kerusakan, warga sekitar hampir setiap tahunnya mengumpulkan
iuran untuk memperbaiki semampunya.
“Kita mengumpulkan iuran dari warga, atau dengan pendanaan darurat,
kemudian membeli semen dan pasir untuk perbaikan jalan,” tandasnya.
Untuk tenaga perbaikannya, warga saling bergotong royong memperbaiki
jalan pada malam hari, ketika jalan sudah lengang.
Tarsiman berharap, pihak terkait segera memperbaiki jalan tersebut
secara keseluruhan. “Dan saya berharap ada penerangan jalan yang
memadai,” tutupnya.
Sumber: https://radarbanyumas.co.id/10-tahun-jalan-kabupaten-di-gumelar-dibiarkan-rusak/
Copyright © Radarbanyumas.co.id
Sumber: https://radarbanyumas.co.id/10-tahun-jalan-kabupaten-di-gumelar-dibiarkan-rusak/
Copyright © Radarbanyumas.co.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar