Jamaah haji diimbau mewaspadai tiga gangguan kesehatan yakni
dehidrasi, hipertensi, dan infeksi saluran pernafasan (Ispa). Biasanya
penyakit tersebut kerap mengganggu jamaah yang hendak melaksanakan rukun
Islam terakhir di Tanah Suci.
Klinik Kesehatan
Haji Indonesia (KKHI) Makkah menyatakan berdasarkan pengalaman tahun
lalu, rata-rata jamaah haji yang mengalami gangguan kesehatan terserang
penyakit tersebut. Gangguan kesehatan sangat mungkin terjadi akibat
iklim yang berbeda dengan di Tanah Air.
Cuaca
yang terik dan aktivitas padat memicu jamaah mudah lelah. Jika tidak
didukung
dengan memperbanyak konsumsi cairan, maka jamaah mudah terserang dehidrasi.
dengan memperbanyak konsumsi cairan, maka jamaah mudah terserang dehidrasi.
Bahkan sangat mungkin mereka mengalami kejang panas (heatstroke).
Kejang panas terjadi saat suhu tubuh meningkat drastis, lebih dari 40
derajat celsius. Biasanya disertai dengan sakit kepala berkunang-kunang,
keringat bercucuran, dan mual. Terkadang juga disertai kondisi kulit
yang memerah dan kebingungan.
Gangguan
pernafasan biasanya terjadi karena debu. Gangguan tersebut biasanya
berupa batuk dan pilek. Sedangkan, hipertensi dipicu salah satunya
karena kurang istirahat.
Kepala
Seksi Kesehatan Haji Makkah M Imran mengatakan pihaknya akan berupaya
memberikan informasi dan pelayanan kesehatan. Fasilitas yang ada di KKHI
Makkah menurutnya sudah cukup untuk menangani gangguan kesehatan
jamaah.
Klinik
tersebut memiliki ruang perawatan berukuran cukup luas di bagian
belakang. Di sana terdapat tempat tidur, infus, lemari peralatan
kesehatan, ruang tunggu, dan ruang penyimpan obat. Ratusan petugas medis
siap memberikan pelayanan. Mereka terdiri dari perawat, dokter umum,
dan spesialis.
Imran
mengatakan, KKHI saat ini tengah merapikan kamar untuk pasien dan
menginvestarisasi berbagai keperluan yang dibutuhkan. Koordinasi dengan
kementerian agama terus dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan.
Jamaah
haji mulai berada di Makkah pada 26 Juli. Fasilitas pemondokan,
transportasi, dan katering, disiapkan untuk menyambut para tamu Allah.
Daker Makkah mencatat, jamaah akan berdatangan dari dua daerah yakni
Madinah dan Jedah. Jamaah yang pertama sudah melaksanakan shalat arba’in
dan baru akan melaksanakan umrah wajib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar